Yuk Mengenal Jenis Batik, agar Tahu Budaya Sendiri

Mengenal Jenis Batik

Batik Tulis

Awal mulanya ada batik sejak zaman dahulu adalah batik tulis dan hingga saat ini masih dilestarikan hingga saat ini dan pamor serta stratanya masih menjadi bahan untuk membuat busana yang dihargai mahal dan lebih disukai oleh kaum strata atas. Kalau menurut para budayawan yang sekaligus pemerhati batik, kain yang bisa disebut sebagai batik adalah yang proses pembuatannya dengan teknik tulis / pemalaman dengan ditulis.

Batik tulis merupakan kain batik yang dibuat dengan teknik melukiskan cairan lilin panas ke atas permukaan kain dengan mengikuti pola garis garis pensil yang telah dibuat sebelumnya diatas kain mori. Setelah proses pelilinan, ada proses pencelupan kain ke pewarna cair dan pelepasan lilin dari kain dengan cara direbus. Pelilinan dipermukaan kain tujuannya adalah untuk mempertahankan warna asli kain agar tidak dirembesi cairan pewarna ketika kain sedang dicelupkan ke dalam pewarna. Proses demi proses pembuatan batik tulis memanglah sangat rumit, membutuhkan kesabaran dan kehati hatian tinggi serta memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan selembar kain batik. Batik tulis yang bermotif sangat rumit, bisa membutuhkan lebih dari 20 hari kerja untuk membuatnya dari start sampai finishing. Tak heran ada kain batik yang dibanderol sampai jutaan rupiah untuk per lembarnya.

Batik Cap

Zaman semakin maju, permintaan batik sampai sekarang terus saja mengalami peningkatan mengikuti arus trend fashion sekaligus mengikuti anjuran pemerintah Indonesia yang ingin melestarikan batik Indonesia. Oleh karena itu, pembuatan batik tulis tak mampu memenuhi jumlah permintaan pasar yang terus saja meningkat. Selain itu harga kain batik juga tidak bisa ditekan menjadi harga yang lebih ekonomis bagi kalangan ekonomi biasa. Untuk itu pengrajin batik berkreasi dengan membuat alat cap dari perunggu yang berbentuk motif – motif batik dan ketika digunakan untuk menstempelkan lilin panas ke kain mori. Dengan alat cap ini, pembuatan batik menjadi lebih cepat sehingga hasil produksi bisa lebih banyak serta harga kain batik bisa ditekan menjadi lebih murah agar lebih banyak pembelinya. Kemudian kain batik hasil cap ini dinamakan dengan batik cap.

Menurut pengamat budaya, batik cap ini masih dianggap sebagai seni batik Indonesia karena pembuatannya masih mempergunakan teknik pelilinan. Bagaimanapun juga, baik batik tulis maupun batik cap, keduanya ini sering dibeli dan dinikmati keindahannya oleh orang – orang yang benar benar membeli batik karena menghargai unsur seni.

Batik Cetak Sablon/ Batik Printing

Batik ini dinamakan sebagai batik cetak atau batik printing karena proses pembuannya sangat berbeda dengan pembuatan batik dengan pelilinan, yaitu dengan teknik sablon yang mempergunakan alat seperti screen, rakel, meja, dan tinta sablon. Motif batik telah diedit dengan computer dan telah di print dan ditransfer ke permukaan beberapa screen. Dengan hanya menggesutkan rakel, banyak motif batik yang bagus dan detil akan langsung jadi dalam hitungan menit.

Jadi proses pembuatan kain batik ini sangat mudah dan lebih cepat selesai. Pensablonan merupakan teknik pengaplikasian warna ke atas kain dngan hasil yang kering sehingga dalam waktu yang singkat, kain katun putih bisa menjadi kain bergambar motif batik yang color ful dengan motif batik yang bagus, detil dan presisi dan dalam hitungan jam, berpuluh puluh meter kain batik jadi.

Di Industri rumahan, alat sablon yang digunakan membuat batik printing ini masih tergolong sederhana dan digerakkan dengan tenaga manusia. Namun di industry batik cetak dengan pabrik skala besar, screen sablon dan rakel sudah digerakkan dengan piranti hidrolis dan semi robot agar produksi bisa lebih cepat dan lebih banyak menghasilkan produk kain batik. Oleh karena itu, tidak heran kalau kain batik cetak hanya dijual dengan nominal mulai dari 25 ribu per meternya atau bahkan ada yang lebih murah.

Batik lukis

Kalau batik ini memang sangat berbeda sekali dengan batik batik yang disebutkan tadi baik dari cara pembuatannya maupun motifnya. Namun masyarakat awan, biasa menyebutnya sebagai kain batik. Hal itu karena penjual sering tidak menamai khusus kain ini sebagai batik lukis.

Batik ini dibuat dengan membuat sketsa diatas kain mori atau katun putih dengan alat berupa pensil. Setelah itu, tangan tangan pelukis yang terampil menggoreskan kuas kuas khusus yang sudah dicelupkan cat / pewarna kain ke atas permukaan kain tadi sesuai panduan sketsa dengan penuh hati hati. Hasilnya akan menjadi sebuah lukisan diatas kain yang nantinya kain itu akan dibuat menjadi baju.

Motif lukisan yang dihasilkan biasanya adalah daun dan bunga bunga yang mekar, gambar binatang, binatang laut, garis garis seperti sebuah symbol seperti halnya motif dayak dll.

Salam team : grosirkainbatik.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *