Pilih Mana Pakai Batik Motif Geometris dan Non Geometris?

Batik Motif Geometris VS Non Geometris?

pabrik batik – Trend pemakaian batik kini semakin digemari oleh masyarakat. Kini pemakaian batik tak hanya dikenakan oleh orang dewasa yang awalnya hanya sebatas sebagai pakaian bawahan saja, tetapi kini sudah merambah ke kaum muda dan remaja. Karena batik kini menjadi trend untuk dibuat menjadi kemeja dengan kombinasi textile polos, gaun panjang, rok, blouse dan blazer, jasket pria, dan gamis lengan panjang untuk muslimah.

Sejatinya pemakaian batik diserasikan antara makna dibalik motifnya dengan keterkaitan yang pas pada suatu acara tertentu yang mengandung harapan yang baik. Namun kini pakem pemakaian batik itu sering tidak berlaku lagi.

Kaum modern lebih suka memakai batik terbatas hanya pada keindahan dan estetika saja. Oleh karena itu banyak textile batik atau busana batik yang memadupadankan batik dengan kain polos maupun menggabungkan beberapa motif batik untuk memperoleh design unik yang terlihat elegan.

Berikut ini mari belajar tentang pakem membuat motif batik. Secara garis besar motif batik di bedakan menjadi dua jenis yang paling utama, yaitu motif batik geometris dan motif batik non geometris. Mari memperlajarinya bersama sama, setidaknya untuk pengetahuan dan bisa memilih batik yang pas untuk anda kenakan.

Yang pertama adalah batik bermotif geometris. Pada batik bermotif geometris anda akan melihat gambar – gambar yang berbentuk segitiga, oval, persegi, atau bentuk belah ketupat dan kadang kadang bentuk tersebut juga dikombinasikan satu sama lainnya. Bentuk bentuk tersebut tersusun rapi dan membentuk suatu kumpulan yang kompleks sehingga ini juga bisa dibedakan menjadi dua kategori.

Kategori pertama yaitu kumpulan gambar geometri yang membentuk kumpulan secara bidang pesegi yang contohnya bisa dilihat di batik motif kawung, banji, dan ceplokan. Untuk kategori kedua yaitu pengelompokan geometri yang disusun secara miring, dan anda bisa melihatnya di batik bermotif udan riris dan parang. Semua batik dengan motif geometris umumnya dibuat dengan menggunakan teknik membatik cap, mengingat semua gambar berukuran sama, dan polanya sama semua, sehingga mudah untuk dibuatkan alat cap yang terbuat dari perunggu. Dengan menggunakan alat cap, pembatikan atau pemalaman menjadi lebih cepat dan efisien.

Yang kedua yaitu batik yang bermotif non geometris, yaitu motif batik yang pembuatannya menirukan gambar gambar makhluk yang ada di alam seperti tanaman rambat, burung merak, burung garuda, burung cendrawasih, binatang berkaki empat, daun – daunan, bunga yang mekar, gunung, ataupun bangunan seperti candi dan menara.

Pada pembuatan kain batik dengan pola non geometris ini, teknik yang digunakan adalah teknik pembatikan tulis yang mana pekerja menggunakan canting untuk menunangkan cairan malam panas dengan cara mirip menulis mengikuti garis garis pada pola yang telah dibuat dengan pensil diatas kain mori. Untuk mengisi ruang yang kosong diantara gambar non geometri, maka dibuatlah pola yang disebut isen isen atau pengisi yang biasanya berupa gambar bunga bunga kecil, titik titik, dan dedaunan rambat yang berbentuk kecil dan rapat.

Motif batik menurut pakem yang lama mempunyai filosofo kehidupan yang sangat bermakna dan memberikan symbol symbol dan harapan tertentu. Tiap satu motif dengan motif lainnya digunakan untuk acara acara yang berbeda beda sesuai dengan temanya.

Maka jika anda mau mengenakan baju batik maka perhatikan makna motifnya ya, jangan sampai salah pilih dan anda merasa kurang pede berhadapan dengan orang yang mengerti makna batik dan mereka tersenyum senyum kepada anda. Contohnya saja motif slobong yang bermakna kematian, maka batik ini tidak cocok untuk digunakan di acara kondangan. Apalagi misalnya batik truntum yang cocok untuk digunakan orang tua dari mempelai pengantin di saat acara penikahan, kemudian anda gunakan batik trumtum itu sebagai baju batik untuk kerja.

Tentunya banyak teman kerja anda akan meledek anda “ mau mantenan dimana?” . Nah, kiranya penting sekali bagi anda yang punya koleksi baju batik untuk mengerti makna dibalik motif batik agar anda bisa pas dalam menggunakannya.

Kalau pengusaha butik yang menjual batik, maka memahami motif batik dan pandai memadupadankannya adalah sebuah kewajiban agar dalam mendesign busana batik bisa lebih pas dan bisa mengarahkan pelanggannya untuk membeli busana batik yang cocok pada acara yang akan dihadiri serta menambah percaya diri konsumen.

Tentunya style berbusana batik dengan memakai batik wahyu temurun akan menjadi busana yang elegan untuk digunakan untuk menghadiri kondangan di acara mantenan. Kemudian baju batik dengan motif kawung dan mempunyai warna dasar cerah akan menjadi baju batik kerja yang akan membuat pemakainya lebih tampak keren di jam kerja.

Coba saja lihat lihat, para pegawai rumah sakit yang berbatik di hari jumat, atau pegawai hotel lebih sering terlihat berbaju batik dengan motif geometris sebagai baju seragam batik mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *